Pemuda Hari Ini Adalah Pemimpin Hari Esok



Pemuda Saat Ini dan Kecendrunganya



Geliat pemuda sebagai pribadi yang memiliki idealisme murni, dinamis, kreatif dan inofatif merupakan energi besar bagi perubahan sosial. Dalam istilah ajaran Islam dikatakan bahwa setiap individu adalah pemimpin yang akan dipertanggung jawabkan kepemimpinanya diakhirat. Dengan menelaah sedikit hadist dibelakang ini, kiranya setidak-tidaknya kita dapat membaca bagaimana peran dinamika yang dimainkan pemuda yang berkecipung di era globalisasi saat ini, apakah dapat dipertanggung jawabkan. Dari berbagai nara sumber, terungkap setelah berbagai lapisan pesantren se bumi Arema---Al-Khoirot tak terkecualikan turut mengisi barisan---tengah mengahadiri acara Sarasehan Ketahanan Moral Dan Iteka Bangsa, jumat, tgl. 21-24 november, yang dihelat di aula Gedung Pusat Sumber Belajar Bersama ( PSBB ), Madrasah Aliyah Negri Tiga (MAN 3) jln. Bogor No. 22 Malang kemarin telah berksimpulan di dua pilar;

Pertama pemuda yang selalu menjadi nafas sepanjang zaman memiliki prospek peranan penting sebagai pemimpin kedepan masih dapat dikatakan carut marut. Penyataan ini terungkap oleh badan kepolisian narkotika kabupaten Malang, bapak Adi Purwannto, bahwa pemuda saat ini kebanyakan terbawa oleh arus yang tidak menentu ibarat nelayan dikeglapan malam tanpa menegetahui arah dan ia pasrah karna diterjang badai air laut.

Kedua tugas pemuda sebagai pemimpin perubahaan sosial saat ini masih terbawa gelombang arus komunikasi, yang berakibat salah dalam menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, terang tim bagian pengelola data elektronik, bapak Nugroho.

Kecendrungan yang melatar belakangi

Pernyataan di pilar pertama diatas pemuda-pemudi yang bergulat di era saat ini kebanyakan yang hidup kota-kota besar tidak mengenal batas-batas kode etik, hidup secara Hipepes, dengan ditandai pakain serba tidak teratur, kumal, bergaul bebas, gemar minuman keras, ganja, obat bius dan sebagainya. Segala sesuatu dianggapnya halal saja, bahkan menghalalkan segala cara. Oke jadi, jika bapak Drs. H. Salihun. Nasir dalam bukunya mengatakan seperti di atas, maka semua sebagai santri disini sepakat bahwa bukan hanya dikota besar yang dililit oleh modernisasi barat akan tetapi dipedsaan atau bahakan di perkampungan pun di daerah dan di sekeliling kita telah diselubungi oleh modernisasi dan kebudayaan barat yang tidak serasi dengan kebuyaan kita, bangsa Indonesia. Maka dengan demikian, tidak mustahil jika masa depannya akan mengalami kegelapan. Kejadian-kejadian tersebut antara lain disebabkan 1:

1. terjadinya broken hom dan broken famili. Sehingga kebahagiaan dan kesejateraan serta ketentraman hidup keluarga sebagai tujuan utama dari perkawinan itu tidak terpenuhi.

2. pergaulan bebas atau sekurang-kurangnya yang mengarah pergaulan terlalu longgar.

3. kebudayaan asing sering diterima begitu saja tanpa reserve, dinggapnya bahwa segala sesuatu yang datangnya dari negri barat itu baik, patut di contoh dengandalih modern.

3. kurang pendidikan dan penanaman beragama orang tua kurang menaruh perhatian terhadap pentingnya pndidikan dikalangan keluarga sendiri dan masyarakat sepergaulan sekitarnya.

Pernyataan selanjutnya yakni di pilar kedua ini sudah jelas bahwa kemajuan tehnologi informasi dan komunikasi ( TIK ) memang sangat pesat sekali. Berbagai media, baik media elektronika maupun media cetak kerap menampilkan situs-situs porno, baik porno aksi maupun porno grafi. Disebutkan, dalam makalah bapak Nugroho tentang tehnologi informasi dan komunukasi ( TIK ) disitu mencakup dua aspek, yaitu tehnologi informasi dan tehnologi komunikasi.

Tekhnologi informasi meliputi segala segala hal yang berkitan dengan proses penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan penelolaan informasi. Sedangkan tekhnologi informasi segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentrasfer data diri perangkat satu dan yang lainya.

Jika kita pilah dan kiata pahami dari pendahuluan tim bagian pengelola data elektronik di atas, bahwa kita sepakat bahkan tidak bisa lari untuk memungkiri bahwa kemajuan tehnologi dan komunikasi sangatlah membantu keletihan tapi disi lain bisa mencelakakan, jadi dengan kealternatifan kedua aset negara yang harus dilindungi tersebut tergantung sistem pemakai dan penggunaanya.

Kendatipun, saat ini cendrung kearah negatif tapi masih terdapat satu sisi yang menguntungkan.

Dari kedua pandangan nara sumber tersebut memiliki aspek yang berlainan, akan tetapi bertumpu disatu muara yakni kehilangan perhatian moral dan nilai agama mengandalkan rasio dan ilmu pengetahuan serta tehnologi yang dimilikinya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © Sholehuddin Blog's